Appetizer, Urutan Pertama dalam Table Manner - Laper Sano
Appetizer, Urutan Pertama dalam Table Manner
![]() |
| Sumber : Unsplash.com |
Aturan table manner adalah seperangkat aturan dan prinsip yang mengatur bagimana proses dan tata cara yang sesuai dalam jamuan resmi.
Menurut Wikipedia, table manner atau etika makan dari bahasa Inggris-Tata krama meja adalah aturan yang digunakan saat makan, yang mungkin juga termasuk penggunaan peralatan makan. Budaya yang berbeda mengamati aturan yang berbeda untuk tata krama meja. Setiap keluarga atau kelompok menetapkan standarnya sendiri tentang seberapa ketat aturan ini harus diikuti.
Prinsip ini sering ditemukan dalam berbagai jamuan baik itu dalam jamuan keluarga, jamuan bisnis, dan juga jamuan kenegaraan.
Beberapa aturan table manner misalnya mengatur soal jenis jamuan, posisi duduk, penggunaan alat makan, hingga penempatannya di meja makan.
Dalam table manner ada tata atau urutan makan yang baik dan benar. Urutannya yaitu hidangan pembuka, hidangan utama dan hidangan penutup atau nama kerennya Appetizer, Main Course, dan Dessert.
Yang pertama adalah Appetizer, ayo simak penjelasannya berikut ini.
Appetizer adalah hidangan pembuka yang disajikan dengan porsi kecil, atau hidangan pembangkit selera makan/makanan pemula sebelum maincourse. Appetizer berfungsi merangsang nafsu makan sebelum hidangan utama dinikmati.
Arti appetizer dalam bahasa Indonesia lebih akrab disebut dengan “Hidangan Pembuka”, sementara dalam bahasa Perancis menyebutnya “Hors D’oeuvre”.
Ada dua jenis Appetizer, yaitu berdasarkan suhu penyajian dan berdasarkan bahan yang digunakan.
Appetizer berdasarkan suhu penyajian terbagi menjadi Cold Appetizer (hidangan pembuka dingin) dan Hot Appetizer (hidangan pembuka panas). Temperatur Cold Appetizer adalah 10oC – 15oC seperti salad, aspic dan canapé. Sedangkan temperatur Hot Appetizer adalah 50oC – 60oC dengan penampilan yang menarik seperti misalnya resolles, fritture, quiche Lorraine dan croquette.
Appetizer berdasarkan bahan yang digunakan, terbagi menjadi tiga. Yaitu pertama Sur Asiette Complate, hidangan appetizer ini dibuat dengan menggunakan sisa bahan utama yang ada di dapur atau bisa juga menggunakan bahan-bahan yang didapatkan dengan harga yang terjangkau.
Yang kedua Hors D’Oeuvre Royale, hidangan appetizer ini dibuat dengan menggunakan bahan-bahan premium dengan harga yang mahal dan umumnya disajikan tanpa menggunakan saus.
Dan yang ketiga Hors D’Oeuvre Varies, hidangan appetizer ini dibuat dengan menggunakan kombinasi bahan-bahan yang murah dengan bahan yang premium sehingga terciptalah menu appetizer yang enak.
Appetizer memiliki beberapa ciri khas, diantaranya :
1. Memiliki banyak sekali variasi menu dengan berbagai bahan seperti jamur, tulang ikan, aneka seafood dan rumput laut
2. Mempunyai warna yang agak mencolok seperti merah terang, orange atau kuning
3. Mempunyai cita rasa yang lembut, hangat, menyegarkan dan disajikan menarik
4. Memiliki aroma yang bisa menggugah selera makan
5. Disajikan dalam porsi kecil
6. Disajikan di awal
Bahan pembuatan appetizer terdiri atas kombinasi makanan seperti daging, seafood, unggas, sayuran dan buah-buahan.
Keseluruhan bahan tersebut harus disimpan dalam lemari pendingin agar temperaturnya tetap terjaga dan mengurangi kerusakan. Selain itu bahan pembuat appetizer juga tidak boleh disimpan terlalu lama dan harus segera ditangani untuk mempertahankan cita rasa dan aromanya.
Lalu bagaimana dengan Main Course dan Dessert?



Tidak ada komentar:
Posting Komentar